“100% Katolik, 100% Indonesia”
Mgr. Albertus Soegijapranata
Gereja Santo Yusup Bintaran
"Menapak dari masa kolonial, Gereja Santo Yusup Bintaran menjadi simbol spiritual dan sejarah. Perpaduan arsitektur Belanda dan nuansa Jawa menjadikannya ruang doa sekaligus lambang kebersamaan umat."
Tilik Sejarah
Gereja ini juga memiliki hubungan erat dengan Mgr. Albertus Soegijapranata SJ, tokoh Katolik pribumi pertama yang kemudian menjadi Uskup Agung Semarang sekaligus pahlawan nasional. Selama masa revolusi fisik, Bintaran menjadi tempat beliau berkantor dan tinggal, menjadikannya simbol nyata komitmen Gereja Katolik terhadap perjuangan kemerdekaan dan persatuan bangsa.
Pembangunan Gereja Bintaran dimulai pada tahun 1933 oleh perusahaan Belanda Naamloze Vennootschap, gereja ini berdiri kokoh di tengah kawasan yang kini menjadi pusat sejarah Katolik di Yogyakarta. Keindahan arsitektur yang memadukan gaya Eropa dan sentuhan lokal menjadikannya salah satu bangunan ikonik di kota ini.
Sebagai pengakuan atas nilai sejarah, budaya, dan spiritualnya, Gereja Santo Yusup Bintaran telah ditetapkan sebagai Situs Cagar Budaya melalui Keputusan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata No. PM.25/PW.007/MKP/2007, dan hingga kini tetap menjadi simbol iman serta warisan budaya yang dijaga keberadaannya.
Visi Gereja
Menjadi komunitas umat Allah yang beriman teguh, bersaudara, dan melayani dengan semangat Santo Yusup dalam kasih Kristus.
Misi Gereja
- Meningkatkan iman dan takwa umat melalui perayaan liturgi dan pendalaman iman.
- Mewujudkan persaudaraan sejati di antara umat dan masyarakat sekitar.
- Melayani sesama, terutama yang lemah, miskin, dan tersingkir, dengan semangat belas kasih Santo Yusup.
- Membangun dan merawat fasilitas gereja sebagai sarana pendukung kegiatan umat.
Peta Lokasi Gereja Santo Yusup Bintaran
Halo Sobat Katolik
Mari Terhubung
Kami senang mendengar Anda. Jangan ragu untuk menghubungi kami jika ada pertanyaan, kebutuhan doa, atau informasi seputar kegiatan gereja.